Hardiansyah Inhil

Hardiansyah Inhil
www.hardiansyahinhil.blogspot.com

Selasa, 06 Juni 2017

MENGUNGKAP #URANG #BANJAR DI INDRAGIRI HILIR RIAU



Salah satu daerah yang kini menjadi rumah bagi orang Banjar (tentunya selain Bumi Lambung Mangkurat, Kalsel) adalah Tembilahan, kota Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kepulauan Riau. Memang pada dasarnya masih banyak daerah-daerah lain yang berpenghuni orang Banjar. Di antaranya seperti di Kuala Tungkal (Kab. Tanjung Jabung, Jambi), Kab. Deli Serdang (Sumut), Kab. Serdang Bedagai  (Sumut), Kab. Langkat (Sumut). Atau di daerah lain seperti Manado, Makassar, Mataram, Pontianak, Bukittinggi, dan masih banyak lagi. Di Singapura dan Malaysia (khususnya Batu Pahat) pun juga ada. Pedatuan kita banyak menyebar di berbagai daerah.
Tembilahan adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Selain itu ada kecamatan-kecamatan yang lain, seperti Batang Tuaka, Concong, Enok, Gaung, Gaung Anak Serka, Kateman, Kemuning, Keritang, Kuala Indragiri, Mandah, Pelangiran, Pulau Burung, Reteh, sungai Batang, Tanah Merah, Teluk Balengkong, Tembilahan Hulu, dan Tempuling (semuanya berjumlah 20).
Tembilahan berbatasan dengan kecamatan Batang Tuaka (sebelah utara), Kuala Indragiri dan Tanah Merah (sebelah timur), Enok (sebelah selatan), dan Tembilahan Hulu dan Batang Tuaka (barat). Luas wilayah Tembilahan adalah 297,62 km², terdiri dari 6 kelurahan. Adapun jumlah penduduknya 69.505 jiwa (tahun 2010) dengan kepadatan penduduk adalah 352/km (tahun 2008 adalah 61.603 jiwa).
Penduduk Kecamatan Tembilahan terdiri dari berbagai suku bangsa yaitu suku Banjar, suku Bugis, suku Melayu, suku Minang, suku Jawa, suku Batak serta warga negara keturunan Tionghoa. Dalam hal ini, aku akan banyak bercerita tentang dingsanak –baca suku Banjar- yang ada di sana.
Dari sumber yang ada, terdapat tiga teori bermigrasinyabubuhan Banjar ke Tanah Melayu, 1) Permintaan Sultan Deli untuk bercocok tanam di rawa yang hanya bisa urang Banjar melakukannya, 2) Prahara di Kerajaan Banjar yang menyebabkan hijrahnya beberapa keluarga Kerajaan Banjar ke Tanah Melayu, 3) Penyebaran agama Islam, buktinya menjadi Mufti di Kerajaan Indragiri. Sementara itu ada teori lain (cirita turun-temurun) yang mengatakan bahwa migrasi Banjar dengan maksud merantau ke Tanah Malaka kemudian dihadang badai dan akhirnya terdampar di Tembilahan (Ibnu Sina, 2008)
Budayawan Kalsel, Drs.Syamsiar Seman ketika ditanya ANTARA, di Banjarmasin, Senin mengakui bahwa keberadaan komunitas suku Banjar di Inhil sudah begitu lama, diperkirakan gelombang transmigrasi suku Banjar ke pesisir Sumatera itu sebagian besar terjadi sebelum perang dunia kedua. Sebagian besar warga suku Banjar Inhil sekrang ini, tidak tahu dan tidak pernah mengenal tanah leluluhur mereka di Kalsel yang merupakan wilayah komunitas terbesar suku Banjar. Yang membuktikan mereka sekarang adalah anak cucu dari keturunan orang Banjar perantau dulu.
Apabila dirunut ke belakang, maka bisa jadi masyarakat Tembilahan saat ini adalah generasi ke-5 dari migrasi pertama yang datang ke sana. Seiring dengan waktu, hampir 60-70% daerah ini adalah keturunan Orang Banjar. Bahasa Banjar juga dijadikan bahasa pengantar di sana. Tidak peduli ia bukan dari suku Banjar atau tidak. Dialek yang digunakan adalah bahasa Banjar daerah Pahuluan. Maka jangan heran apabila berkunjung ke pasar, seluruh aktivitas di sana menggunakan bahasa Banjar. Kita akan merasa seperti di banua sorang. Begitulah sedikit cerita tentang dingsanak kita yang ada di seberang sana. Aku berharap suatu saat aku bisa berkunjung ke sana.


Hadits dan Sains Jelaskan Tanda Kiamat dari Jazirah Arab


Peneliti menemukan fakta-fakta ilmiah dalam beberapa dekade terakhir pada abad ke-20. Peneliti menemukan bahwa dahulu Arab memiliki padang rumput dan sungai, berdasarkan penelitian mengenai iklim, kemudian membuktikan bahwa Arab akan memiliki sungai dan padang rumput sekali lagi.
Dalam buku ‘Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah’ dijelaskan, Bumi melewati sejarah panjang perubahan siklus iklim yang bisa terjadi secara bertahap maupun tiba-tiba. Sebagai contoh, lebih dari satu setengah abad lalu, para ilmuwan menyadari bahwa Bumi melewati periode glasial yang menutupi tanah, mulai dari salah satu kutub atau keduanya menuju khatulistiwa.
Ilmuwan mengembangkan beberapa teori untuk menjelaskan bagaimana Bumi mengalami siklus glasial. Teori ini didasarkan pada hipotesis bahwa radiasi matahari menurun secara periodik karena perubahan bentuk orbit Bumi mengelilingi matahari dan variasi di tingkat kemiringan sumbunya.
Selama periode glasial yang terjadi di darat, wilayah yang terletak di dekat lintang yang lebih tinggi berubah menjadi gurun es yang tandus di mana tanaman mati dan hewan melarikan diri. Sementara itu, daerah yang terletak di sabuk gurun, yakni dari Mauritania di barat hingga Asia Tengah di timur, berubah menjadi daerah dengan curah hujan tinggi.
Selama siklus hujan ini, semua lembah kering yang tersebar di padang pasir, terbentuk. Dahulu, mereka adalah sungai-sungai yang mengalir.
Kemudian, menjadi kering dengan penurunan kuantitas air. Lembah kering tersebut tidak akan pernah bisa terbentuk oleh apa pun, kecuali air yang mengalir.
Menurut penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa Arab mengalami tujuh ‘periode hujan’ selama 30 ribu tahun terakhir, dengan delapan periode kekeringan berada di antaranya. Saat ini adalah ‘periode hujan’ kedelapan.
Kajian mengenai iklim mengacu pada fakta bahwa Arab akan memasuki ‘periode hujan’ baru. Pada awal mulanya akan ditandai dengan munculnya es salju di bagian utara Bumi ke arah selatan, yang disertai dengan penurunan suhu yang luar biasa selama musim dingin.
Selama musim hujan, Arab ditutupi dengan padang rumput hijau dan mengalir sungai-sungai, daerah cekungan berubah menjadi danau. Demikian juga dengan tanah di sana, yang semula gersang menjadi banyak kehidupan dan makhluk, persis seperti yang Rasulullah gambarkan.
Fakta-fakta ditemukan dalam beberapa dekade terakhir, sedangkan Nabi telah menyebutkan ini sejak sekira 1.400 tahun lalu. “Hari akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai,” HR Muslim.
Ini membuktikan bahwa ia adalah seorang nabi dan utusan yang benar. Beliau berhubungan dengan Allah Yang Mahakuasa melalui Wahyu Ilahi dan beliau diberi petunjuk langsung dari Sang Pencipta langit dan Bumi.

Minggu, 11 Mei 2014

FLU ARAB atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS)


Waspadai MERS, Jika Hendak ke Arab
Anda yang hendak melakukan perjalanan atau berkunjung ke negara-negara Arab sebaiknya mewaspadai Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
MERS merupakan penyakit yang disebabkan oleh coronavirus baru, yang disebut oleh kelompok studi coronavirus dari Komite Internasional untuk Taksonomi Virus sebagai Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov). Virus itu tidak sama dengan coronavirus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), namun mirip dengan coronavirus yang terdapat pada kelelawar.
Kasus MERS pertama kali dilaporkan pada 2012 di Arab Saudi. Hingga Juni 2013, tercatat sebanyak 77 kasus jumlah infeksi MERS-Cov di dunia. Yang terbanyak terjadi di Saudi Arabia, disusul Italia, Inggris, Prancis, Jordania, Qatar, Tunisia dan Uni Emirat Arab. Dari kasus-kasus itu, 40 di antaranya berakhir dengan kematian.
Gejala dan Penularan
Infeksi MERS-Cov yang dialami sebagian besar orang akan berkembang menjadi penyakit saluran pernapasan berat atau sedang, dengan gejala-gejala demam, batuk dan napas pendek. Namun sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-Cov karena telah ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia yang saling kontak dekat dengan penderita. Penularan dari pasien yang terinfeksi kepada petugas kesehatan yang merawat juga diamati. Selain itu, cluster dari kasus infeksi MERS-Cov di Arab Saudi, Jordania, Inggris, Prancis, Tunisia dan Italia juga diinvestigasi.
Vaksin dan Pengobatan
Belum ada vaksin spesifik yang dapat mencegah infeksi MERS-Cov hingga kini. Selain itu, belum ditemukan juga metode pengobatan yang secara spesifik bisa menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh MERS-Cov. Perawatan medis hanya bersifat suportif untuk meringankan gejala. Tes laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk MERS-Cov tersedia di Kementerian Kesehatan dan beberapa laboratorium internasional, namun tes tersebut bukan tes rutin.
Hendak Bepergian ke Negara-negara Arab?
Anda masih tetap bisa melakukan perjalanan atau berkunjung ke negara-negara Arabia Peninsula dan sekitarnya karena Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat tidak akan mengeluarkan surat travel warning tentang kesehatan kepada negara-negara yang terkait dengan MERS-Cov.
Namun untuk itu, Anda perlu melakukan antisipasi agar terlindungi dari kejadian penyakit saluran pernapasan, sebagai berikut:
Tutuplah hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin, dan segera buang tisu tersebut ke tempat sampah;
Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci;
Hindari kontak secara dekat dengan orang yang sedang menderita sakit, misalnya ciuman atau penggunaan alat makan/minum bersama;
Bersihkan barang-barang yang sering disentuh dengan menggunakan desinfektan.
Dan jika dalam kurun waktu 14 hari sesudah perjalanan Anda mengalami demam dan gejala sakit pada saluran pernapasan bagian bawah, seperti batuk atau sesak napas, segera periksakan diri ke dokter. (SUMBER: Pusat Komunikasi Publik, Kementerian Kesehatan RI)

MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus)

MERS-CoV, Penyakit Baru yang Mengancam Dunia




    Satu lagi jenis penyakit baru yang muncul dan berpotensi menjadi epidemi global, MERS-CoV. Apa itu MERS CoV? Seperti apa gejala-gejala yang ditimbulkannya? Dan, pencegahan apa saja yang dapat Anda lakukan guna menghindari penyakit ini? Meski belum ada laporan mengenai jatuhnya korban di Indonesia, MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus) tetap harus diwaspadai, terutama pada Jemaah haji yang baru saja kembali dari Arab, negara asal munculnya penyakit ini.
MERS-CoV sendiri disebabkan oleh infeksi virus Corona, salah satu jenis virus yang masih berkerabat dengan virus penyebab SARS.
Karena itu, gejalanya pun tak jauh berbeda dengan penyakit SARS, dengan indikasi utama seperti demam, bersin, dan batuk, yang akhirnya berujung pada kematian akibat beberapa komplikasi serius yang terjadi seperti Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dengan kegagalan multiorgan, gagal ginjal, koagulopati konsumtif, dan perikarditis serta pneumonia berat.

Penyebaran Virus Corona

Karena penyebarannya yang semakin meluas sejak April 2012 hingga awal tahun 2013, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan sejak Mei lalu untuk mewaspadai ancaman penyebarannya.
Belum diketahui dengan jelas asal mula virus ini menyebar, namun, beberapa peneliti menduga bahwa penyebaran virus berasal dari salah satu jenis Kelelawar yang banyak ditemukan di kawasan Timur Tengah.
Kesimpulan dicapai setelah para peneliti menemukan adanya kecocokan genetik 100 persen pada virus yang menginfeksi kelelawar jenis tersebut dengan manusia pertama yang terinfeksi.
Spekulasi lain yang terdapat di kalangan para peneliti menyebutkan bahwa selain Kelelawar, Unta juga diduga kuat berkaitan dengan asal mula dan penyebaran virus Corona, dimana ditemukan antibodi terhadap virus ini dalam tubuh hewan khas Timur Tengah itu.
Mekanisme penyebaran virus Corona dari hewan ke manusia masih diteliti sampai saat ini, meskipun ada dugaan bahwa manusia pertama yang terinfeksi mungkin pernah secara tidak sengaja menghirup debu kotoran kering Kelelawar yang terinfeksi.
Saat ini, para peneliti masih menyelidiki kemungkinan hewan lain yang menjadi mediator penularan virus Corona guna menangani meluasnya penyebaran penyakit ini, mengingat bahwa jenis virus ini dikatakan lebih mudah menular antar-manusia dengan dampak yang lebih mematikan dibandingkan SARS.

Penanganan MERS-CoV

Karena masih tergolong sebagai penyakit baru, belum ada vaksin khusus yang dapat mencegah terjadinya penyakit ini. Meski begitu, pencegahan tetap dapat dilakukan dengan memperkuat imunitas tubuh Anda.
Misalnya, sebelum Anda berangkat naik haji atau melancong ke daerah Timur Tengah, jaga kebugaran tubuh dengan asupan nutrisi dan istirahat yang cukup. Mengkonsumsi produk herbal yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh juga bermanfaat, seperti herbal Sarang Semut asal Papua yang sudah terbukti secara empiris dapat meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan penyakit. Cara lain, gunakan masker dan jaga sanitasi tubuh dan lingkungan tempat Anda tinggal.
Setidaknya, langkah-langkah pencegahan sederhana di atas akan membantu tubuh Anda menjalankan perannya dalam menangkal serangan virus.
Namun, bagaimana jika virus ini sudah menjangkiti tubuh Anda? Sama seperti kasus kanker, kuncinya adalah penanganan yang cepat dan tepat karena mutasi virus Corona sangat cepat sehingga lambatnya penanganan diberikan akan semakin meningkatkan angka kematian akibat penyakit ini.
Hingga kini, pengobatan yang diberikan hanya difokuskan pada penanganan akan komplikasi dari penyakit ini. Tindakan isolasi dan karantina mungkin dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit MERS-CoV.

Kamis, 24 April 2014




Waspadai Nyamuk: Lindungi Diri Kita
Jakarta, 4 April 2014
Kalimat Waspadai Nyamuk: Lindungi Diri Kita bukan hanya sekedar slogan. Ini benar-benar sebuah imbauan yang harus diwaspadai. Sebanyak 5 dari 6 penyakit tular vektor disebabkan oleh nyamuk. Oleh karena itu, tepat bila tema nasional yang dipilih untuk Hari Kesehatan Sedunia HKS 2014 di Indonesia adalah Waspadai Nyamuk: Lindungi Diri Kita.
Hari Kesehatan Sedunia (HKS) diperingati setiap tanggal 7 April. Tanggal ini dipilih bertepatan dengan tanggal berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization. Tahun 2014, peringatan HKS 2014 di tingkat global, mengangkat tema Vector-borne Diseases. Tema ini relevan dengan upaya yang dilakukan Pemerintah bersama masyarakat untuk mengendalikan berbagai Penyakit Tular Vektor di Indonesia, seperti: Malaria ditularkan oleh nyamuk anopheles; Demam Berdarah Dengue ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti; Chikungunya ditularkan oleh nyamuk aedes aegypt; Filariasis ditularkan oleh nyamuk culex/anopheles/mansonia/armigeres; Japanese Encepahlitis disebabkan oleh culex tritaeniorhynchus, dan Pes ditularkan oleh pinjal tikus.
Peringatan HKS 2014 merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkuat upaya kita dalam mensosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, utamanya yang terkait dengan peningkatan kesehatan lingkungan untuk mencegah munculnya perindukan vektor penyakit dan penularan serta penyebaran Penyakit Tular Vektor.
Oleh karena itu, gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh Indonesia yang akan digalakkan dalam peringatan HKS 2014 merupakan upaya konkrit di lapangan untuk mensukseskan Pengendalian Penyakit Tular Vektor di Tanah Air kita.
Selamat Hari Kesehatan Sedunia 2014.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.iddan email kontak@depkes.go.id

Sabtu, 19 April 2014

URANG BANJAR DI INHIL, RIAU.
Urang Banjar di Tembilahan, Bumi Sri Gemilang
Konon sudah lebih dari 5 generasi urang banjar yang madam, migrasi, ’terdampar’ di Tembilahan. Sebenarnya bukan hanya di Tembilahan sebaran warga banjar di nusantara. Paling tidak di Sumatera ada di Tembilahan (Kab. Indragiri Hilir), Kuala Tungkal (Kab. Tanjung Jabung – Jambi), juga di Kab. Deli Serdang – Kab. Serdang Bedagai – Kab. Langkat di Sumut., bahkan di Singapura dan Malaysia (khususnya Batu Pahat). Inilah jejak urang Banjar di Tanah Melayu.
Pada tulisan yang lain ulun ceritakan jua bubuhan kampung Banjar di Manado, Makassar, Mataram, Pontianak, Bukittinggi dan Singapura.
Saat ulun berkesempatan ke Tembilahan dengan rombongan Gubernur dan Lembaga Budaya Banjar pada pemberian gelar adat TNB (Tutuha Nang Batuah) untuk Gubernur Riau Rusli Zainal dan Bupati Inhil Indera Muhlis Adenan, saat itulah ’ainul yaqiin (melihat langsung) kehidupan bubuhan kita dibanua urang. Menurut Bupati Inhil tidak kurang 60% penduduk Inhil adalah urang Banjar. Bukan tanpa sebab fakta ini terjadi, karena betapa kagetnyaulun melihat kondisi alam dan kehidupan yang sangat mirip dengan banua kita.
Sebut saja sungai Indragiri yang mirip sungai Barito, Jalan tembus yang mirip Anjir kita, rawa dan gambutnya yang seakan ulun berada di hulu sungai, kehidupan bubuhan panyiuran yang sangat bersahaja, dll.
Saat mencoba mengelilingi pasar Tembilahan dan kaget bukan kepalang, ternyata bahasa pengantara dan komunikasi di pasar itu bahasa Banjar barataan. Biar lain urang Banjar gin tatap bisa berbahasa Banjar. Saat mencoba mendekat ke tumpukan durian dan mencoba menawar, eh.. ternyata bubuhan Banjar Hulu Sungai, tepatnya bubuhan Alabio. ”bubuhanmu urang Banjar jua kah, jar din..” Inggih jar ulun, tapi kami ni sahibar mandangar kisah haja banua kita, kami kada biasa ka banjar, ujar seorang yang mengaku lahir dan besar di tembilahan. Padatuan haja nang bakisah banua Banjar. Kami ini turunan ke 4 sudah di tambilahan, kadada baduit handak manjinguki banua banjarKena lah jar ulun kita minta bantuan Gubernur Riau supaya mainjami Riau Airlines gasan bubuhan pian bulikan, manjanaki banua datu nini pian barataan. Takurihing sampai ka talinga sidinnya.
Jejak Banjar ini tercantum juga dalam prasasti Kerajaan Indragiri yang menjabat sebagi Mufti Kerajaan Selama 27 tahun, beliau lah Syeikh Abdurrahman Siddiq al Banjari atau lebih terkenal Guru Sapat.
Ada 3 teori migrasi urang Banjar di Tanah Melayu, yaitu 1. Permintaan Sultan Deli untuk bercocok tanam di rawa yang hanya bisa urang Banjar melakukannya. 2. Prahara di Kerajaan Banjar yang menyebabkan hijrahnya beberapa keluarga Kerajaan Banjar ke Tanah Melayu. 3. Penyebaran agama Islam, buktinya menjadi Mufti di Kerajaan Indragiri. Sementara teori atau cerita turun temurun bahwa migrasi Banjar dengan maksud merantau ke Tanah Malaka kemudian dihadang badai dan akhirnya terdampar di Tembilahan.


Sabtu, 01 Maret 2014

CARA MEMBUAT VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN STANDARD RUMAH TANGGA

Terdapat dua cara dalam pembuatan VCO yaitu dengan cara pemanasan bertahap dan terkontrol, dan dengan cara tanpa pemanasan. Teknik pembuatan VCO dilakukan dengan cara pemanasan bertahap dan terkontrol:
1. Persiapan bahan baku. Bahan utama pembuatan VCO adalah buah kelapa segar yang sudah tua atau matang dengan ciri-ciri sabut berwarna coklat dan buah belum ada yang berkecambah. Umur buah kelapa berkisar 11-12 bulan. Buah kelapa yang demikian akan menghasilkan rendemen minyak yang banyak.
2. Pembuatan santan. Santan dibuat dengan cara kelapa dikupas don diparut dengan mesin pemarut kemudian diperas dengan air bersih dengan perbandingan air don kelapa 2: 1. Pemisahan suntan don ampas kelapa dilakukan dengan cara disaring menggunnkan kain atau saringan.
3. Pemisahan krim. Santan ditempatkan dalam wadah plastik atau ember plastik transparan. Penggunaan wadah ember plastik transparan bertujuan agar bahan santan dalam wadah akan tampak dari luar. Dengan demikian pemisahan santan dengan krim akan mudah diamati. Santan didiamkan selama 3 jam. Setelah 3 jam suntan akan terpisah menjadi tiga lapisan yaitu krim (kaya minyak), lapisan tengah berupa skim (kaya protein) dan lapisan bawah berupa endapan. Bagian yang dimanfaatkan untuk pembuatan VCO adalah krim. Krim dipisahkan dengan menggunakan selang plastik kecil, satu ujung selang diletakkan pada lapisan krim dan u jung lain pada wadah penampung.
4. Pemanasan krim santan. Krim merupakan bagian santan yang kaya minyak. Agar kandungan minyak dapat diambil dari krim maka diperlukan proses pemanasan pada suhu 80 - 100 ° C. Pemanasan dapat dilakukan di atas api menggunakan wajan yang baru (tidak bekas pengolahan produk lain). Hal ini dilakukan untuk menghindari perubahan dan warna dari minyak yang dihasilkan. Pengadukan dilakukan secara terus menerus. Lama pemanasan santan sampai diperoleh minyak yang belum matang adalah 3 jam ditandai terbentuknya blondo. Blondo yang terbentuk masih berwarna putih dan masih mengandung minyak 10 - 15 %. Untuk mengeluarkan minyak dari blondo dilakukan pengepresan blondo. Bahan minyak didinginkan dan disaring sebanyak tiga kali dengan menggunakan kertas saring.
5. Pemanasan minyak. Untuk mendapatkan minyak murni, minyak yang belum matang dipanaskan kembali. Pemanasan dilakukan pada suhu 80 - 100° C sampai minyak berwarna bening. Bila masih ada blondo, blondonya berwarna coklat muda.
6. Penyaringan minyak. Minyak (VCO) yang berwarna bening diangkat dan didinginkan. Setelah dingin minyak disaring dengan kertas saring dan ditampung dengan wadah kaca. Kertas saring dapat diperoleh di apotik. Agar penyaringan efisien, sebaiknya wadah penampungnya berupa gelas atau wadah kaca yang bermulut kecil.
7. Pengemasan. Setelah disaring beberapa kali (3 - 4 kali) VCO yang diperoleh berwarna bening dikemas dengan menggunakan botol-botol dari bahan plastik atau kaca dengan ukuran sesuai selera dan ditutup kedap serta dilabel. Selan jutnya VCO siap dipasarkan.

Proses pembuatan VCO juga bisa dilakukan dengan proses dingin tanpa pemanasan. Langkah pertama memeras santan menggunakan air kelapa, proses berikutnya menambahkan enzim dari nanas (ananase), getah pepaya (papain) atau Kepiting sungai/yuyu yang dihaluskan. Selain dengan menambahkan enzim, fermentasi juga bisa dilakukan dengan menambahkan starter khamir Saccharomyces cereviseae atau ragi roti. Fermentasikan dalam suhu 30 – 35 derajat selama 12 jam. Diamkan selama satu malam, keesokan paginya tinggal memisahkan blondo dengan minyak.



VIRGIN COCONUT OIL (VCO)