Hardiansyah Inhil

Hardiansyah Inhil
www.hardiansyahinhil.blogspot.com

Kamis, 27 Februari 2014

KANKER KULIT

Kanker kulit adalah pertumbuhan sel yang tidak normal di jaringan kulit, umumnya karena banyak tersengat terik matahari atau dampak radiasi ultraviolet (UV). Namun dalam banyak kasus, kanker kulit juga muncul di bagian tubuh yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
Ada 3 jenis kanker kulit yakni karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa dan melanoma. Karsinoma baik sel basal maupun skuamosa lebih sering ditemukan, sementara melanoma merupakan kanker ganas yang mampu menyebar dengan sangat cepat ke bagian tubuh lainnya.
Penyebab :
Sebagian besar kerusakan Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) yang memicu kanker kulit merupakan dampak radiasi ultraviolet (UV), baik dari matahari maupun alat-alat untuk membuat kulit tampak coklat. Namun berbagai sebab lain yang belum diketahui juga bisa membuat sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terkena kanker kulit.
Gejala :
Kanker kulit muncul dengan gejala yang bermacam-macam tergantung jenisnya.
  • Karsinoma sel basal
  • Benjolan bening dan mengkilat
  • Luka berwarna coklat atau seperti daging yang bentuknya rata
  • Karsinoma sel skuamosa
  • Bercak kemerahan yang terasa lembut jika diraba
  • Luka kering yang bersisik atau berkerak dan bentuknya rata
  • Melanoma
  • Bercak melebar dengan warna lebih gelap dari sekitarnya
  • Tahi lalat yang berdarah atau berubah warna dan ukurannya
  • Bercak seperti bekas luka dengan pinggiran tidak rata, warnanya merah, putih, biru atau kehitaman
  • Bercak di telapak dan punggung tangan, jari tangan atau kaki, atau membran mukosa di sekitar mulut, hidung, vagina dan anus.
Pengobatan :
Jenis, ukuran dan kedalaman tempat tumbuh kanker kulit menentukan cara pengobatannya. Kanker masih stadium awal yang hanya di permukaan bisa diangkat lewat biopsi, namun jika lebih parah harus diatasi dengan terapi yang lain.
Beberapa jenis terapi untuk kanker kulit antara lain sebagai berikut.
  • Pembekuan
  • Teknik ini disebut cryosurgery, yakni membekukan sel kanker dengan nitrogen cair sehingga sel-sel tersebut mati dan tidak menyebar lagi.

  • Bedah kecil
  • Excisional surgery adalah operasi penyayatan untuk membuang sel kanker kulit yang berwujud seperti kerak. Kadang, kulit yang disayat lebih lebar dari ukuran kankernya untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tertinggal.

  • Laser
  • Keuntungan laser adalah tidak memicu perdarahan, luka atau bengkak. Namun biayanya sangat mahal.

  • Kemotrapi
  • Jenis kemotrapi masih dibagi lagi berdasarkan tempat tumbuhnya kanker. Jika sel kanker masih di permukaan, obat kemoterapi diberikan dalam bentuk salep sedangkan jika sudah menyebar maka harus dengan obat yang diminum.
Sumber : detikhealth.com


Read more: http://doktersehat.com/kanker-kulit/#ixzz2uacCTLnK

Tiga Hal Sepele Ini Jadi Penyebab Stroke


Info Kesehatan - Stroke adalah salah satu penyakit mematikan selain kanker dan serangan jantung. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diperkirakan ada 795.000 orang menderita stroke setiap tahunnya. Hampir 130.000 orang meninggal karena stroke pada 2010 lalu. Kemudian CDC menyebut kalau stroke menyerang karena faktor perilaku orang itu sendiri. Dikutip dari dailyfinance.com, CDC menyebutkan ada tiga perilaku seseorang yang dianggap sepele dan menjadi kebiasaan sehari-hari, namun berperan besar membuat mereka terkena stroke.

Merokok
Merokok terbukti menyerang pembuluh darah. Faktor risiko stroke juga menghantui mereka yang bukan perokok melalui asap. Sebuah penelitian yang dipresentasikan di 2011 pada Kongres Stroke Kanada menunjukkan perokok dua kali berisiko mengalami stroke dibandingkan non-perokok. Salah satu cara pencegahannya adalah berhenti merokok.

Konsumsi alkohol
Penggunaan alkohol yang berlebihan menyebabkan potensi meningkatnya tekanan darah dan kolesterol Anda. Sehingga risiko terserang stroke pun kian tinggi.

Malas Olahraga
Tidak ada keajaiban yang dapat mencegah terjadinya stroke bila Anda tidak berolahraga. Orang-orang yang yang secara fisik tidak aktif bergerak, berada pada risiko terserang stroke lebih tinggi. Hal ini akibat tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Selain itu, orang yang malas olahraga juga berisiko terkena diabetes tipe 2 dan menjadi kelebihan berat badan atau obesitas. Berolahraga memang bukan solusi mencegah stroke secara keseluruhan, namun setidaknya mengurangi kemungkinan terkena penyakit tersebut.